Mata Kuliah FavoriteQ

BAB I
PEMBAHASAN

Definisi
Kanker ginjal merupakan sebagian besar tumor ginjal yang solid (padat) dan jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adeno karsinoma renalis, hipernefroma)
Metafase
• Pembuluh limfe
• Vena renalis
• Sering ke kelenjar getah bening, paru-paru, hati, tulang
Klasifikasi Stadium
Stadium I
Stadium II

Stadium III

Stadium IV Tumor terbatas pada parenkim ginjal
Tumor menjalar kejaringan perinefrik tetapi tidak menembus fasia Gerota
III A Tumor menembus fasia gerota dan masuk ke V renalis
III B Kelenjar limfe regional
III C Pembuluh darah local
IV A Dalam organ, selain adrenal
IV B Metatase jauh

Tnm Ca Ginjal
T
T1
T2
T3
T3a
T3b
T4
N
No
N1
N2
N3 Tumor
Terbatas pada ginjal 2,5 Cm
Keluar ginjal tidak menembus fasia Gerota
Masuk adrenal atau jaringan perinefrik
Masuk Vena Renalis / V. kava
Menembus fasia Gerota
Kelenjar regional / hilus, paraorta, parakava
Tidak ada penyebaran
Kelenjar tunggal 5 Cm

Etiologi
• Merokok
• Kegemukan (obesitas)
• Tekanan darah tinggi (hipertensi)
• Lingkungan kerja (pekerja perapian arang di pabrik baja memiliki resiko tinggi, juga pekerja yang terpapar oleh asbes)
• Dialisa (penderita gagal ginjal kronis yang menjalani dialisa menahun memiliki resiko tinggi)
• Penyinaran
• Penyakit Von Hippel-Lindau
• Makanan tinggi lemak
• Faktor lingkungan seperti terpapar cadmium, pelarut klorin, asbestos.
• Faktor lain yang diduga memicu munculnya RCC adalah dialysis jangka panjang, penggunaan analgesicdalam waktu lama dan hipertensi.

Insiden
o paling sering terjadi pada usia 40-70 tahun
o pria memiliki resiko 2 kali lebih besar dibandingkan wanita.

Manifestsi Klinis
Pada stadium dini, kanker ginjal jarang menimbulkan gejala.Pada stadium lanjut, gejala yang paling banyak ditemukan adalah hematuria (adanya darah di dalam air kemih(. Hematuria bisa diketahui dari air kemih yang tampak kemerahan atau diketahui melalui analisa air kemih. Selain itu terjadi tekanan darah tinggi akibat tidak adekuatnya aliran darah ke beberapa bagian atau seluruh ginjal, sehingga memicu dilepaskannya zat kimia pembawa pesan untuk meningkatkan tekanan darah.
Gejala lainnya yang mungkin terjadi :
o Nyeri pada sisi ginjal yang terkena
o Penurunan berat badan
o Kelelahan
o Anemia
o Terdapat massa
o Tanda metalase
o KED Meningkat
o Hipertensi
o Demam
o Polisitemia, hiperkalsemia

Pemeriksaan penunjang
1. Urografi intravena
2. USG
3. CT Scan
4. MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebaran tumor
5. RPG
6. Arteriografi

Penatalaksanaan Medis
Jika kanker belum menyebar, maka pengangkatan ginjal yang terkena dan pengangkatan kelenjar getah bening akan memberikan peluang untuk sembuh.
Jika tumor telah menyusup ke dalam vena renalis dan bahkan telah mencapai vena kava, tetapi belum menyebar sisi tubuh yang jauh, maka pembedahan masih bisa memberikan harapan kesembuhan. Tetapi kanker ginjal cenderung menyebar dengan cepat, terutama ke paru-paru.

Saat ini pengobatan standar untuk kanker yang masih terbatas di ginjal adalah pembedahan untuk mengangkat seluruh ginjal (nefrektomi simplek atau nefrotomi radikal).
Pada nefrektomi radikal, dilakukan pengangkatan ginjal dan kelanjar adrenal diatasnya, jaringan di sekitar ginjal serta beberapa kelenjar getah bening.Pada nefrektomi simplek, dilakukan pengangkatan ginjal saja.Pada prosedur embolisasi arteri, disuntikkan suatu zat khusus ke dalam pembuluh darah yang menuju ke ginjal. Dengan menyumbat pembuluh ini, tumor akan kekurangan oksigen dan zat gizi lainnya.Embolisasi arteri bisa digunakan sebelum pembedahan atau untuk mengurangi nyeri dan perdarahan jika pembedahan tidak mungkin dilakukan.Embolisasi arteri bisa menyebabkan mual, muntah atau nyeri yang bersifat sementara.
Terapi penyinaran biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri pada kanker yang telah menyebar ke tulang.
Efek samping dari terapi penyinaran adalah kulit di tempat penyinaran menjadi merah atau gatal, mual dan muntah.
Imunoterapi menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Diberikan suatu zat yang dikenal sebagai pengubah respon biologis, misalnya interferon atau interleukin-2.Secara normal, zat tersebut dihasilkan oleh tubuh dan juga dibuat di laboratorium untuk membantu mengobati penyakit.
Efek samping yang timbul berupa menggigil, demam, mual, muntah dan penurunan nafsu makan.
Daris ekian banyak jenis kanker, kanker sel ginjal (renal cell carcinoma/RCC) bisa dikatakan jenis kanker yang paling bandel. Bila kanker lainbisa diobati dengan kemoterapi maupun radiasi, kanker RCC tidak mempan alias tetap membandel. Celakanya, kanker jenis ini tidak di deteksi pada stadium awal, sehingga saat berhasil dideteksi sel kanker sudah menyebar (bermetastasis) ke organ lain.Dengan demikian, kemungkinan melakukan operasi untuk mengangkat sel kanker tertutup. Operasi hanya dapat dilakukan bila sel kanker masih terlokalisir di satu tempat atau pasien dengan prognostic yang baik.
Obat yang umumnya digunakan dari golongan sitokin seperti interleukin – 2 (ILN-2) dan interferon (IFN) ternyata tidak mampu memperpanjang usia penderita kanker RCC. ILN – 2 dan IFN memang dapat mengecilkan tumor, tetapi hanya 10-20 persen pasien yang memberikan respon terhadap pengobatan itu dan diikuti dengan efek samping yang parah dengan tingkat harapan hidup rata-rata hanya 10 bulan.Karena itu diperlukan pilihan pengobatan baru, jenis obat yang bekerja langsung pada sel kanker atau targeted therapy. Obat-obatan jenis ini, jelas Rainy disebut obat jenis inhibitor angiogenesis, termasuk didalamnya bevacizumab, suntitib dan sorefenib (penghambat multi kinase oral untuk sel tumor).
Jika kanker telah menyebar ke tempat yang jauh, maka prognosisnya jelek karena itu tidak dapat diobati dengan penyinaran, kemoterapi maupun hormon.

WOC Ca Ginjal

BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
Kanker kandung kemih adalah papiloma yang tumbuh didalam lumen kandung kemih,meskipun pada pertumbuhannya mungkin menginfiltrasi sampai dinding kandung kemih (Luckman and Sorensen. 1993).

B. ETIOLOGI
Factor yang mempengaruhi terjadinya karsinoma kandung kemih adalah zat karsinogen,baik eksoghen dari rokok atau bahan kimia atau endogen dari hasil metabolisme.
Penyebab lain diduga akibat dari pemakaian analgetik,sitostatik,dan iritasi kronik oleh batu,sistosomiasis (infeksi parasit karena iritasi kandung kemih),atau radiasi.
C. PATOFISIOLOGI
Perokok. baik aktif maupun pasif dapat menghasilkan metabolisme karsinogen yang dihasilkan oleh metabolisme tryptophan yang abnormal. Kebanyakan CA buli berasal dari papiloma yang berubah menjadi ganas. Tumor noduler jarang terjadi tetapi dapat juga menginvasi dinding buli. Proliperasi sel terdiri atas sel epitelium transisional (90 %) , squmuosa (6 %),dan adenocarsinoma ( 2%).Derajat tumor berdasarkan kedalaman penetrasi kedalam dinding buli dan derajat metastase,penentuan derajat kanker harus ditegakan terlebih dahulu sebelum dilakukan penatalaksanaan. Skema derajat CA buli adalah sebagai berikut :
o Derajat O. ( To,No,Mo ) Tumor terbatas pada mukosa.
o A. ( T1,No,Mo ) Tumor menembus mukosa
o .B1. ( T2,No,Mo ) Tumor sudah melebihi ½ dari lapisan mukosa.
o B2. ( T3a,No,Mo ) Sel tumor menembus muscular tetapi tidak mencapai lemak.
o C. (T3,No.Mo ) Sel menembus seluruh lapisan muscular tetapi tidak metastases jaga tidak menembus pada jaringan sekitarnya.
o D1. ( T4a,N1-3,Mo ) bermetastase pada nodus limpe pelvic.
o D2. ( T4a,Na,M1 ) Bermetastase pada pelvic.
Kanker biasa bermetastase ke liver,tulang dan paru-paru,lebih lanjut tumor menyebar ke rectum ,vagina, jaringan lunak dan struktur retroperitoneal. Tumor derajat C atau D memiliki prognosis yang buruk. Tumor superficial memiliki peluang untuk disetabilkan atau dibuang,tetapi angka kekambuhannya cukup tinggi. Kurang dari 25 % klien dengan invasi tumor yang dalam memiliki rata-rata bertahan hidup sekitar 5 tahun, sedangkan Adenokarsinoma sekitar 21 bulan.

D. ANATOMI DAN FISIOLOGI
Kandung kemih adalah merupakan salah satu organ dalam system perkemihan yang berpungsi sebagai penampung urine,yang berbentuk buah pir (kendi),yang dikelilingi oleh otot yang kuat,berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis medialis.
Kandung kemih terletak dibelakang simpisis pubis didalam rongga panggul. Kandung kemih terdiri dari :
1. Fundus yaitu bagian yang menghadap kearah belakang dan bawah,bagian ini terpisah dari rectum oleh spatium rectovesikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent,vesika seminalis dan prostat.
2. Korpus yaitu bagian antara verteks dan fundus.
3. Verteks yaitu bagian yang meruncing kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis.
Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan :
1. Lapisan sebelah luar (peritoneum ).
2. Tunika muskularis (lapisan otot).
3. Tumika submukosa.
4. lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).

E. MANIFESTASI KLINIK
Haemarturi tanpa nyeri adalah tanda yang paling sering pada CA kandung kemih dan terjadi pada 75 % semua kasus, sayangnya perdarahan bersifat intermittent. Yang paling sering menyebabkan keterlambatan dalam mencari bantuan kesehatan ketika penyakit berlanjut.
Klien dapat mendapat gangguan frekwensi berkemih (bak) dengan Dysuria. Akhirnya terjadi Gross haematuria, obstruksi atau terjadi pistula yang memaksa klien untuk mencari pertolongan medis.

F. PEMERIKASAN DIAGNOSTIK
o Endoscopy
o Biopsy,
o urografi atau IVP,
o Ct Scen,
o USG dan
o Sitoscopy.
Tingkat keganasan dibedakan menjadi tiga golongan yaitu : Deferensiasi baik (G I),sedang (G II),dan kurang berdiferensiasi (G III)
Karsinoma sel transisional dan karsinoma in-situ akan melepaskan sel-sel kanker yang dapat dikenali,pemeriksaan sitologi urine yang baru dan larutan salin yang digunakan sebagai pembilas kandung kemih akan memberikan informasi tentang prognosis paien,khususnya pasien yang beresiko tinggi untuk terjadinya tumor primer kandung kemih.

G. PENATALAKSANAAN
• Terapi endoscopik merupakan terapi baku karsinoma suerfisialis melalui reseksi trasuretral tumor secara total. Rencana pasca bedah selanjutnya sangat menentukan hasil terapi.
• Sitoscopi untuk mengontrol kekambuhan biasanya diadakan setiap tiga bulan selama satu tahun dan kemudian setiap enam bulan,kecuali untuk reseksi tumor sampai disubmukosa.
• Endoscopi juga dipakai untuk fulgerasi dan terapi laser.
• Radiasi diberikan setelah reseksi transuretral karsinoma kandung kemih superfisialis atau setelah sistektomi. Radiasi juga dipakai untuk penyembuhan pada stadium T3 yang tidak tahan pembedahan besar atau sebagai terapi paliatif tumor T4. kadang radiasi diperlukan sebagai terapi paliatif untuk menghentikan perdarahan atau gejala metastase pada karsinoma lanjut.
• Kemoterapi diberikan setelah reseksi trasuretral karsinoma superfisialis. Kemoterapi secara intravesikal bertujuan mengurangi kemungkinan berkambuh. Kemoterapi yang digunakan adalah tiotepa,adriamisin,doksorubbisin,mitomisin C,dan bCG. Instilasi bcg sebenarnya merupakan terapi imunologik intravesikal dengan vaksin basil Calmette-Guerin. Vasin ini meupakan vaksin hidup. Penderita,dokter dan perawat harus menyadari hal tersebut dan memperhatikan keberhasilan sewaktu dan setelah buang air kecil.
• Pembedahan dilakukan kalau penyebaran karsinoma sudah sampai otot kandung kemih. Ada tiga macam pembedahan yang bias dipilih yaitu : sistektomi parsial,sistektomi total,dan sistektomi radikal. Indikasi sistektomi parsial adalah tumor soliter yang berbatas tegas pada mukosa. Sistektomi total merupakan terapi definitive untuk karsinoma superfisialis yang kambuh. Sistektomi radikal merupakan pilihan kalau terapi lain tidak berhasil atau timbul kekambuhan.
• Cara diversi kemih yang paling baik adalah uretro-enterokutancostomi dengan menggunakan sebagian usus halus menurut Bricker atau urostoma kontinen dengan sejenis katup menurut kock.
• Prognosis tergantung tingkat pengluasan dan derajat keganasan. Secara klinik dapat ditemukan dua jenis gambaran,yaitu pertumbuhan superfisia dan yang bertumbuh invasive dari permulaan.
Biasanya pada karsinoma kandung kemih superfisialis penderita berulang-ulang ditangani dengan sitoscipi untuk mengontrol reseksi local dan instilasi kemoterapi. Kebanyakan tidak akan mengalamin metastase sehinga prognosis ketahanan hidup agak baik. Walaupun morbiditasnya cukup berat.Penderita dengan karsinoma kandung kemih invasive mengalami riwayat penyakit yang lain sekali. Ternyata sekitar 90 % tidak pernah mempunyai gambaran klinik karsinoma superfisialis,dan kurang lebih setengahnya sudah bermetastase jauh samar (okul) yang kebanyakan menjadi jelas dalam waktu satu tahun. Prognosisnya buruk dalam waktu satu-dua tahun.

H.ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Identitas pasien
b. Riwayat keperawatan
c. Riwayat penyakit sekarang
d. Riwayat penyakit masa lalu
e. Riwayat kesehatan keluarga, penyakit yang pernah diderita anggota keluarga yang menjadi faktor resiko.
f. riwayat psikososial dan sepriritual
g. kondisi lingkungan rumah
h. Kebiasaan sehari-hari (pola eliminasi bak,pola aktivitas dan latihan,pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan (rokok,ketergantungan obat,minuman keras)
i. Pemeriksaan fisik

2. Diagnosa Keperawatan
1. Perubahan kenyamanan nyeri b/d trauma jaringan
2. Risiko terhadap infeksi berhubungan dengan melemahnya daya tahan penjamu sekunder terhadap terapi radiasi
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolisme:Kanker
4. Perubahan pola elimunasi urinarius berhubungan dengan penurunan kapasitas kandung kemih sekunder terhadap kanker

3. Intervensi Keperawatan
1. Perubahan kenyamanan nyeri
 Tingkatkan pengetahuan
 Jelaskan sebab-sebab nyeri kepada individu, jika diketahui.
 Menghubungkan berapa lama nyeri akan berlangsung, jika diketahui.
 Jelaskan pemeriksaan diagnostik dan prosedur secara detail dengan menghubungkan ketidaknyamanan dan sensasi yang akan dirasakan, dan perkiraan lamanya terjadi nyeri.
 Berikan informasi yang akurat untuk mengurangi rasa takut.
 Hubungkan penerimaan anda tentang respons individu terhadap nyeri.
 Kaji keluarga untuk mengetahui adanya kesalahan konsep tentang nyeri atau penanganannya.
 Bicarakan alasan-alasan mengapa individu dapat mengalami peningkatan atau penurunan nyeri (mis; keletihan meningkatkan nyeri, distraksi menurunkan nyeri).
 Berikan kesempatan kepada individu untuk istirahat selama siang dan waktu tidur yang tidak terganggu pada malam hari.
 Bicarakan dengan individu dan keluarga penggunaan terapi distraksi, bersamaan dengan metode lain untuk menurunkan nyeri.
 Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut, bernapas dengan teratur.
 Ajarkan penurunan nyeri noninvasive(relaksasi, stimulasi kutan)
 Berikan individu pengurang rasa sakit yang optimal dengan analgesik.
 Setelah pemberian pengurang rasa sakit, kembali 30 menit kemudian untuk mengkaji efektifitasnya.
 Berikan informasi yang akurat untuk meluruskan kesalahan konsep pada keluarga (mis; ketagihan, ragu-ragu tentang nyeri).
 Berikan individu kesempatan untuk membicarakan ketakutan, marah, dan rasa frustrasinya di tempat tersendiri, pahami kesukaran situasi.
 Berikan dorongan individu untuk membicarakan pengalaman nyerinya.

2. Risiko terhadap infeksi
• Identifikasi individu yang berisiko terhadap infeksi nosokomial
• Kurangi organisme-organisme yang masuk ke dalam tubuh
• Lindungi individu yang defisit imun dari infeksi
• Kurangi kerentanan individu terhadap infeksi
• Amati terhadap manifestasi klinik infeksi (mis; demam, urine keruh, drainase purulen)
• Instruksikan individu dan keluarga mengenal penyebab, risiko-risiko dan kekuatan penularan infeksi.
• Laporkan penyakit-penyakit menular.

3. Intoleransi aktivitas
• Kaji respon individu terhadap aktivitas
• Meningkatkan aktivitas secara bertahap
• Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas.
• Instruksikan klien untuk konsulasi kepada dokter atau ahli terapi fisik untuk program latihan jangka panjang.
• Rujuk kepada perawat komunitas untuk tindak lanjut jika diperlukan.

4. Perubahan pola eliminasi urinarius
• Pertahankan hidrasi optimal
• Pertahankan nutrisi yang adekuat
• Tingkatkan berkemih
• Tingkatkan integritas personal dan berikan motivasi untuk meningkatkan kontrol kandung kemih.
• Tunjukkan pada individu bahwa inkontinens dapat disembuhkan atau sedikitnya dikontrol untuk mempertahankan martabat.
• Harapkan pada individu untuk menjadi kontinen (mis; sarankan menggunakan pakaian ketat, jangan sarankan menggunakan bedpan)
• Tingkatkan integritas kulit
• Jadwalkan masukan cairan dan waktu berkemih.
• Jadwalkan program keteterisasi intermitten
• Ajarkan pencegahan ISK

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kanker ginjal merupakan sebagian besar tumor ginjal yang solid (padat) dan jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adeno karsinoma renalis, hipernefroma) paling sering terjadi pada usia 40-70 tahun dan pria memiliki 2 kali lebih besar dibandingkan wanita.
Kanker kandung kemih adalah papiloma yang tumbuh didalam lumen kandung kemih,meskipun pada pertumbuhannya mungkin menginfiltrasi sampai dinding kandung kemih (Luckman and Sorensen. 1993).

B. Saran
Supaya Prodi D III Keperawatan Persahabatan menambah koleksi Buku di perpustakaan sehingga akan memudahkan Mahasiswa D III Keperawatan Bondowoso dalam mengerjakan tugas dari Dosen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: